Penguatan Pengendalian Risiko Perbenihan, Itjen Kementan Kawal Penyusunan Manajemen Risiko
BOGOR - Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian melalui Inspektorat IV melaksanakan kegiatan Pengawalan Manajemen Risiko (MR) Perbanyakan Benih Sumber Padi Lingkup Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) TA 2026 bertempat di Aula Ir. Sadikin Sumintawikarta, Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu, Bogor.
Kegiatan ini diikuti oleh satker lingkup BRMP dan bertujuan untuk memastikan penerapan manajemen risiko dalam kegiatan perbenihan, mulai dari penilaian risiko, penyusunan kegiatan pengendalian, pemantauan pelaksanaan pengendalian, hingga evaluasi pengendalian risiko.
Dalam kegiatan tersebut, BRMP Sumatera Selatan melakukan penyusunan Manajemen Risiko kegiatan perbenihan padi TA 2026 dengan target produksi benih sumber padi sebanyak 47 ton yang terdiri atas benih kelas FS dan SS.
Melalui forum Focus Group Discussion (FGD), berbagai potensi risiko strategis berhasil diidentifikasi, di antaranya keterbatasan benih sumber, ketidaksesuaian CPCL, serangan hama penyakit, kadar air benih tinggi, hingga rendahnya daya tumbuh benih. Untuk meminimalkan dampak risiko tersebut, telah disusun berbagai langkah mitigasi dan pengendalian risiko secara terukur dan berkelanjutan.
Kegiatan pengawalan ini diharapkan dapat memperkuat penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), meningkatkan efektivitas pengelolaan risiko, serta mendukung tercapainya target penyediaan benih unggul bersertifikat secara optimal, akuntabel, dan tepat sasaran dalam mendukung program strategis Kementerian Pertani